Pasolle.id – Jika pernah mendengar nama Oxford di Inggris, apa yang terlintas di pikiran Anda? Kota pendidikan? Ruang kondusif untuk wisata kota? Atau lokasi setting film Harry Potter? Iya, semuanya lekat dengan Oxford.

Oxford bisa sebegini maju karena peran dan fasilitasi Pemerintahan Walikota London.

Menurut Isdar Yusuf, konsultan hukum berbasis di Jakarta dan pernah ke sana, ada beberapa pertimbangan mengapa Oxford menjadi idaman, nyaman dan aman untuk dijadikan destinasi sekaligus inspirasi bagi kota-kota di dunia.

Pertama, kebijakan Pemerintah Kota yang konsisten dari waktu ke waktu.

“London-lah yang menciptkan Kota Oxford sebagai Kota Pelajar, dan dengan manajemen Pemerintahan itu mereka berhasil menjaga keberlangsungan lingkungan terpelajar dari dulu hingga sekarang. Ada konsistensi di situ, bukan semata saat Walikota, Sadiq Khan, sekarang tetapi sejak dulu,” kata Isdar kepada Pasolle.id.

Di Wadham College (dok: istimewa)

“Kalau di kita kan, ganti Walikota, ganti kebijakan. Bongkar sana, bongkar sini, manfaatnya belakangan,” katanya.

Kedua, peduli bangunan tua dan inovatif dalam pengembangan.

“Yang saya lihat di sana, fasilitas untuk mahasiswa tidak mesti mewah bangunannya, tapi dengan gendung-gedung yang tua pun bisa untuk proses belajar mengajar. Lalu ada banyak ruang yang bisa menjadi tempat berbagi, berdiskusi, atau bertukar pengalaman dan pengetahuan,” kata pengacara anggota Peradi tersebut.

Menurut Isdar, hal yang juga tidak kalah menarik adalah keunggulan arsitek bangunan tua dan selera ‘hang out’ melalui warkop atau kafe. 

“Meskipun dijejali gedung tua, di sudut ruangan dapat dengan mudah ditemukan coffee shop dan perpustakaan,” tambahnya. Di sinilah, kata Isdar kerap muncul ide-ide besar. Sebagaimana yang banyak dijadikan wacana di seluruh dunia, tentang kesenian, kebudayaan, politik bahkan revolusi.

Ketiga, keterhubungan fungsional dan penegakan hukum.

Di kawasan pendidikan Oxford, kita akan mudah melihat pejalan kaki, atau pesepeda. Ada keterkaitan antara tujuan pendidikan, layanan transportasi dan dukungan kebijakan Pemerintah Kota.

Nyaman, berjalan kaki hingga bersepeda (dok: istimewa)

“Suasananya menyenangkan, nyaman. Akses ke kota Oxford dari dan ke luar melalui bus tetapi hanya beroperasi pada titik-titik tertentu alias tidak masuk ke dalam area kampus,” katanya.

“Hal ini tentu butuh konsistensi, pengawasan dan penegakan hukum. Tidak ampun bagi pelanggar. Jangan bermain-main dengan hukum di sana,” ucapnya. (*)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *