Pasolle.id – Di tengah acara Nippon Day 2019 di Kota Makassar, Pasolle.id berkesempatan berkunjung ke booth Japan Interntional Cooperation Agency, JICA yang selama ini mengatur kerjasama teknis pembangunan antara Jepang dan Indonesia.

Pasolle.id diterima Mr. Shintani Nouyuki, perwakilan JICA untuk wilayah timur Indonesia. Shintani memperkenalkan salah satu perserta di booth JICA, yaitu Wakapala Wakatobi.

Wakapala, apa itu?

Menurut Wa Ode Rosmanti, penjaga booth JICA asal Wakatobi dari Desa Konoe Orowa,Wakapala adala sebutan untuk tujuh desa di Wakatobi yang sepakat membangun desa dari potensi wisata.

Kelompok ini difasilitasi oleh Okinawa Environment Club (OEC) dan Bappeda Wakatobi di bawah proyek JICA-JPP. Program ini menjadi menarik sebab dikaitkan dengan agenda pembangunan desa berbasis wisata sebagaimana juga menjadi kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kemenpar dan Kemendesa.

 “Misi kelompok adalah menciptakan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat atau CBST, oleh para anggota yang berasal dari 7 desa di kawasan pengembangan Patuno Raya,” kata perempuan yang biasa disapa Manti itu.

Manti datang bersama Jaka dari Longa serta Sudarman dari Waelumu.

Wakapala difasilitasi oleh Pemkab Wakatobi dan OEC. Harapannya agar dapat berkontribusi pada upaya mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat, memanfaatkan sumberdaya alam dan budaya Wakatobi khususnya di kawasan pengembangan Patuto Raya.

Menurut Manti, tujuan kedua adalah meciptakan peluang pendapatan tambahan terutama kepada masyarakat terkait usaha pariwisata dan yang ketiga meningkatkan kesadaran  melestarikan sumberdaya alam dan budaya di Wakatobi yang memang selama ini menjadi sandaran usaha wisata.

“Program ini bertujuan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik pada tujuh desa yang menjadi lokasi program yaitu, Wapia-pia, Waha, Koroe Onowa, Waelumu, Waetuno, Patuno dan Longa,” jelas Shintani Naoyuki, terkait komitmen JICA memperkuat desa-desa wisata di Wakatobi.

OEC adalah LSM asal Jepang, tepatnya di Pulau Okinawa yang telah terlibat dalam beberapa program rehabilitasi lingkungan, wisata ekologi, konservasi tanaman langka, pemberdayaan komunitas dengan menggunakan sumberdaya bagian selatan Pulau Okinawa Jepang. (*)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *