Wakatobi, Pasolle.idSetelah hampir 3 tahun tak ke Wakatobi, saya merasa ada banyak perubahan saat datang ke kabupaten itu pada 21 Desember 2018 lalu.

Apa itu? Yang pertama bandara, Matahora. Tampilannya sungguh menawan dengan kombinasi warna kuning dan bentuk bangunan utama yang terkesan modern.

Di Hotel Wisata, hotel yang biasanya jadi lokasi penginapan, juga terlihat berbenah. Tidak kurang 10 kamar baru berdiri di sisi ruas bagian dalam atau dekat pantai.

Di Desa Waha, desa dimana ada Waha Tourism Community, beberapa fasillitas hadir dan semakin memanja pengunjung. Ada kantor, dermaga dengan warna unik, gazebo dan stage yang disetting sedemikian rupa untuk menjadi pusat kegiatan pertemuan atau gathering.

Saat ditemui di WTC, Sudirman, sosok yang baru saja memperoleh penghargaan dari Kementerian Pariwisata karena inovasi dan kesungguhannya mengelola area ini mengatakan bahwa dermaga penuh warga dan fasilitas yang baru itu merupkan bantuan Bank Indonesia.

“Tapi bukan hanya itu, kami juga tetap menyediakan sarana prasarana untuk wisata laut, ada perahu, alat snorkeling, diving,” imbuhnya.

“Jika ingin menikmati pemandangan bawah laut, ada tidak kurang 20 kima raksasa yang ada kebun kima,” tambah pria yang mengaku pernah mengalami stroke selama hampir sebulan sehingga dalam tahun 2015, WTC tidak terlalu aktif.

Selain itu, dia juga menyebut bahwa saat ini WTC mengelola 15 rumah warga yang disiapkan sebagai homestay bagi sesiapa yang ingin bermalam atau menikmati Pantai Waha.

“Baru-baru ini ada tamu dari Amerika Serikat, ada istri dan anaknya dan menginap di rumah anggota WTC,” kata Sudirman. Tamu tersebut sedianya membayar 7 juta tetapi dapat diskon dan hanya membayar sekitar 4 juta saja.

Waha ditempuh dari pusat Kota Wanci sekitar 20 menit. Bagus untuk jadi tempat pelesiran pribadi atau komunitas.

Penulis: Kamaruddin Azis

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *